Anakku Tersayang, Kembalilah ke Pemilikmu


Khairi Nur Rahmani, cahaya paling baik kesayanganku, 12 Oktober 2016.

Rahma anakku sayang, apa kabar kamu di sana nak? Sudah 40 hari kamu pulang. Ibu dan bapak sangat rindu Rahma. Adakah kami di hatimu? Maafkan kedua orang tuamu, nak. Kami tidak dapat melihatmu tumbuh, berkembang, dan jadi anak cantik dan solehah tempat kami mencurahkan kasih sayang.

Kala itu kamu baru berusia 25 minggu di rahim ibu. Telah ditiupkan ruh oleh-Nya namun dua bulan kemudian kamu diminta kembali. Sungguh patah hati ibu saat tak mendengar denyut jantungmu di USG. Hanya pasrah dan ikhlas yang bisa ibu lakukan.  Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun. Allah lebih menyayangimu, nak.

Darah nifas mengalir tanpa ditemani tangisanmu. ASI menetes tapi kamu tak meminumnya. Sedih? Menyesal? Iya tapi ini adalah takdir-Nya. Sudah tertulis bahkan sebelum alam semesta ada.

Sekarang kamu sudah besar ya nak? Saat itu kamu begitu kecil. Tapi sudah tampak jelas wajah, kaki, dan tanganmu. Tumbuhlah menjadi penghuni surga yang lovely. Orang tuamu, keluargamu, para tetangga, semuanya menyayangimu. Kemarin Rahma banyak sekali lho yang mengantar. Banyak yang membantu. Sejak kamu dilahirkan, hingga diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir. Alhamdulillaah.

Rahma adalah anugerah terindah yang diberikan Allah untuk ibu dan bapak. Alhamdulillaah. Sekarang saatnya ibu dan bapak berusaha agar pantas ditunggu Rahma di pintu surga lalu kita masuk surga sama-sama. Aamiin.

Salam rindu dan cintaku untuk anakku Rahma di surga.
Al-Fatihah


Sebelumnya saat ibu dan bapak tau kamu hadir, ibu menulis untukmu nak.
  "Woow, insyaa Allaah jadi ibu"

Sumber gambar: www.freepik.com/free-photo/cute-pink-baby-shoes_976316.htm

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Anakku Tersayang, Kembalilah ke Pemilikmu"

  1. Mba, Yang sabar, ya. Insya Allah Rahma akan jadi permata di surga dan jadi syafaat buat orang-orang yang mencintainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin Yaa Rabb. makasih banyak mbak efi 😘

      Delete